J2ME dengan TC65i - Aplikasi Metering

Java micro edition
  Highlighted Features  
  • Auto delete incoming SMS
  • GSM with callscreening capability
  • GPRS auto connect & always ON
  • GPRS for both dynamic & static IP
  • Remote AT command through SMS
  • Check & transfer credit remotely
  • Control RS232 I/O state remotely
  • Auto metering configuration
  • Selectable GSM or GPRS connection
Aplikasi meter elektronik yang berbasis teknologi Automatic Meter Reading (AMR) mempersyaratkan tersedianya media komunikasi yang cepat dan handal. Teknologi yang umum digunakan dan terbukti memiliki jangkuan luas adalah teknologi Circuit Switched Data (CSD) baik melalui Public Switched Telephone Network (PSTN) maupun GSM.

Teknologi PSTN sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan karena kurang flexibel dalam penyesuaian dengan lokasi instalasi meter, sedangkan GSM terkendala dengan hal-hal sebagai berikut:
  • Kehandalan
  • Banyak ditemukan modem hang disebabkan karena memory SMS yang penuh atau masalah mekanisme internal di modem
  • Keamanan
  • Setiap modem dengan jaringan GSM bisa dipanggil oleh siapa saja, sehingga beresiko untuk disalahgunakan.
  • Kecepatan
  • Model koneksi GSM yang bersifat point to point akan menjadi tidak efektif ketika jumlah meter yang harus dipanggil sangat banyak.
  • Biaya operational
  • Penghitungan biaya komunikasi pada GSM berdasarkan waktu. Biaya ini akan jadi mahal ketika pemanggilan lintas operator telekomunikasi.
Arsitektur AMR dengan komunikasi GSM

Model komunikasi melalui jaringan GPRS dapat digunakan sebagai alternatif dalam sistem komunikasi AMR, pertimbangan biaya komunikasi yang lebih murah dan model komunikasi point to multi-point pada protokol TCP/IP memungkinkan untuk melakukan koneksi ke berapa modem hanya dari 1 peralatan TCP/IP.

Konsep komunikasi client-server AMR yang menempatkan meter sebagai server yang dituntut untuk selalu siap menerima permintaan koneksi dari sisi client (Software AMR) menjadikan implementasi GPRS terkendala beberapa hal berikut:
  • Registrasi
  • Untuk melakukan registrasi ke jaringan GPRS diperlukan beberapa tahap inisialisasi dan GPRS network attachment. Modem standar tidak menyedikan mekanisme tersebut secara otomatis.
  • Referensi ID
  • Dalam sistem AMR setiap komunikasi dengan meter secara remote didasarkan pada ID unik. Pada jaringan GSM di gunakan nomor telpon dari modem di sisi meter, sedangkan pada GPRS bisa digunakan alamat IP dari modem GPRS. Kendala yang muncul adalah alamat IP yang umumnya diberikan oleh penyedia jaringan telekomunikasi adalah alamat IP dinamis, sehingga tidak bisa dijadikan referensi.
Arsitektur AMR GPRS dengan alamat IP dinamis

Berangkat dari segala kendala komunikasi di GSM dan GPRS tersebut, kami melakukan pembuatan sebuah aplikasi Java to Micro Edition (J2ME) menggunakan modem GSM/GPRS MLiS MLB-S-65-DC dengan Cinterion TC65i wireless enggine untuk keperluan aplikasi metering sebagai berikut:
  1. Hapus SMS secara otomatis
  2. Untuk mengurangi potensi hang terhadap modem yang disebakan oleh penuhnya memory SMS, setiap ada SMS masuk akan secara otomatis dihapus dari memory.
  3. Call Screening
  4. Melakukan seleksi terhadap setiap nomor pemanggil yang masuk sehingga hanya nomor yang sudah terdaftar di memory modem yang diijinkan untuk melakukan pemanggilan.
  5. Koneksi otomatis ke jaringan GPRS
  6. Mekanisme registrasi dan attach ke jaringan GPRS dilakukan secara otomatis.
  7. Koneksi GPRS untuk alamat IP statis dan dinamis
  8. Kolaborasi dengan aplikasi Gateway server diperlukan untuk mengatasi referensi ID yang berubah-ubah ketika menggunakan GPRS dengan IP dinamis. Untuk menjamin komunikasi antara meter dengan existing system baik software meter (AIMSPro, EziView, Map110, dll) maupun software AMR maka diperlukan sebuah converter berupa software Virtual serial modem atau menggunakan aplikasi J2ME - Dialer GPRS.
  9. Remote AT command melalui SMS
  10. Berguna untuk melakukan pengecekan atau penulisan konfigurasi modem tanpa harus datang ke lokasi.
  11. Konfigurasi modem secara otomatis
  12. Untuk mengurangi resiko berubahnya konfigurasi modem untuk koneksi ke meter, maka dilakukan konfigurasi secara otomatis setiap kali modem dihidupkan.
  13. Cek dan transfer sisa pulsa melalui SMS
  14. Bagi kartu prabayar yang digunakan pada komunikasi GSM, pulsa akan terus berakumulasi karena modem hanya menerima panggilan dari software AMR. Sisa pulsa bisa ditransfer dari jarak jauh melalui perintah SMS.
  15. Kontrol status I/O pada RS232 melalui SMS
  16. Mengatur level tengangan 2 pin output baik sebagai pulsa maupun saklar. Melakukan monitoring terhadap 1 pin input yang bisa dimanfaatkan untuk peringatan dini melalui SMS ketika terjadi perubahan status.
Pengisian parameter-parameter metering di atas menggunakan perintah standar AT command, jadi bisa dilakukan baik dari Hyperterminal maupun software konfigurasi Hypermodem.

Fungsi terakhir dan sangat penting tapi tidak dimasukan dalam aplikasi J2ME metering ini adalah reset modem, fungsi ini berguna sebagai solusi jika modem hang karena faktor internal proses di modem. Solusi reset modem sengaja digunakan peralatan eksternal yakni Smart PSU, tujuan digunakannya sistem external ini adalah untuk menjamin kehandalan jika dibandingkan harus melakukan fungsi reset sementara secara prosedur modem sendiri sedang terjadi deadlock (hang). Analogi sederhana yang digunakan adalah ketika komputer/laptop kita hang maka diperlukan campur tangan manusia untuk melakukan reset tersebut.

Foto produk :