Software TCP/IP - Gateway Server

Gateway Server
  Highlighted Features  
  • TCP server for socket tunneling
  • Window service for TCP application
  • Up to 10k simultaneous connections
Sistem Automatic Meter Reading (AMR) melakukan inisialisasi komunikasi dengan meter secara remote berdasarkan pada ID unik. Pada komunikasi AMR berbasis CSD (PSTN, GSM, CDMA) di gunakan nomor telpon dari modem di sisi meter, sedangkan pada komunikasi berbasis TCP/IP (GPRS, Wifi, Ethernet, ADSL, 3G, dll) bisa digunakan alamat IP dari peralatan komunikasi TCP/IP di sisi meter.

Komunikasi AMR berbasis TCP/IP terkendala oleh fakta bahwa sebagian besar alamat IP yang dimiliki/diberikan kepada sebuah peralatan komunikasi TCP/IP di meter adalah alamat IP dinamis dan berada di sebuah jaringan lokal yang menerapkan Network Address Translation (NAT). Jadi sangat tidak memungkinkan bagi software AMR untuk melakukan inisialisasi pemanggilan secara langsung ke modem di sisi meter.

Socket Tunneling dengan Gateway Server
Sebagai solusi dari tidak adanya referensi ID pada komunikasi AMR berbasis TCP/IP di atas, maka diperlukan sebuah sistem yang bisa dijangkau baik oleh software AMR maupun modem TCP/IP di meter. Sistem yang dimaksud adalah Gateway Server dengan alamat IP statis dan public, yang bertindak sebagai server socket dan melakukan tunneling komunikasi dari AMR ke meter dan sebaliknya. Sesuai dengan gambar di atas maka mekanisme tunneling dapat dijelaskan sebagai berikut:
  1. Peralatan komunikasi TCP/IP di sisi meter (GPRS, Wifi, Ethernet, dll) mendaftarkan ID uniknya di Gateway Server
  2. Software AMR meminta koneksi ke ID tertentu di Gateway Server
  3. Jika ID yang diinginkan oleh software AMR ditemukan, maka Gateway Server membuka jalur komunikasi khusus (tunneling) antara software AMR dan meter
Gateway server mampu melakukan tunneling sampai 10k (5k meter + 5k software AMR) koneksi secara simultan. Mekanisme inisialisasi dan pendaftaran ID menggunakan proprietary protocol milik PT. Fusi Liberti Infosindo, protokol ini didesain untuk memenuhi kaidah umum sebuah protokol komunikasi yakni memiliki header, body(data), footer, frame size, timeout dan CRC. Untuk menjamin komunikasi antara meter dengan existing system baik software meter (AIMSPro, EziView, Map110, dll) maupun software AMR maka diperlukan sebuah converter berupa software Virtual serial modem atau menggunakan aplikasi J2ME - Dialer GPRS.

Produk terkait :